PADANG–Jambi dan Sumatera Barat kini berada di Bawah satu Komando Daerah Militer (Kodam). Sebelumnya, dua provinsi itu di berada pada dua Kodam yang berbeda.
Sumbar sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Kodam I/Bukit Barisan. Sedangkan Jambi berada di di bawah Kodam II/Sriwijaya. Jambi dan Sumbar kini berada di Bawah Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Peresmian Kodam baru ini digelar pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.
“Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer ini akan menjadi momen bersejarah dengan diresmikannya Kodam baru,” tulis keterangan Pusat Penerangan TNI, Sabtu (9/8/2025).
Kodam Tuanku Imam Bonjol akan dipimpin Mayor Jenderal Arief Gajah Mada. Mayjen Arief pernah bertugas di Sumbar sebagai Korem 032/Wirabraja pada April 2020 hingga Desember 2021.
Tuanku Imam Bonjol yang diabadikan sebagai nama Kodam baru di Sumbar dan Jambi itu merupakan pahlawan nasional asal Pasaman, Sumbar. Dia lahir pada 1772.
Tuanku Imam Bonjol dikenal sebagai ulama dan pejuang yang ikut berperang melawan Belanda. Tuanku memimpin perang Paderi yang berlangsung selama belasan tahun.
Ia sempat diasingkan ke berbagai tempat seperti Sukabumi, Ambon, dan Manado. Hingga akhirnya, dia wafat saat pengasingan di Minahasa pada 1864.
Presiden Soeharto mengukuhkan Tuanku Imam Bonjol dikukuhkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Kepres Nomor 087/TK/1973.
Gubernur Jambi akan mengajak Sumatera Barat untuk jadi tuan rumah PON pada 2032. (*)












