Daerah  

PDAM Bungo Cari Direktur, PDAM Jambi Minta Warga Hemat Air

Sesudut pemandangan di Kota Jambi. (Kompas.com)
Sesudut pemandangan di Kota Jambi. (Kompas.com)

JAMBI- Lantaran sekarang musim kemarau Panjang, PDAM Jambi meminta konsumennya untuk menghemat pemakaian air bersih. Sumbnar air baku sekarang sedang berkurang debit airnya.

Seminggu terakhir, ribuan pelanggan mengalami gangguan aliran air. Pada siang hingga sore hari, air tak mengalir, baru kembali menyala di malam hari.

“Sudah seminggu begini,” kata Ferry, warga Jambi, Sabtu (12/7/2025).

Akibatnya, warga harus berhemat dalam penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mencuci dan mandi.

Akibat kemarau, debit Sungai Batanghari menyusut drastis, membuat tiga instalasi utama milik PDAM Tirta Mayang lumpuh sebagian. Setidaknya 12.700 pelanggan terimbas kondisi itu.

Kondisi paling parah terjadi di Intake Tanjung Johor. Instalasi ini hanya bisa beroperasi 16 jam per hari, selebihnya tutup karena air sungai terlalu dangkal.

“Kami harus menghentikan operasi delapan jam setiap hari. Airnya surut, tak bisa disedot,” kata Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang, Wike Riantara.

Di Bungo, Pemerintah Kabupaten Bungo buka seleksi untuk mengisi jabatan Direktur Perumda Pincuran Telago. Seleksi itu diketuai oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Donny Iskandar.

Pengumuman seleksi itu melalui website resmi Pemerintah Kabupaten Bungo: www.bungokab.go.id.

Syarat lengkap bisa dilihat di sana.

Kini, masyarakat keluhkan kualitas air bersih di Bungo. Sejumlah warga menyebut, air di Sungai Batang Bungo dan Batang Tebo yang menjadi salah satu sumber air utama kondisinya keruh.

Permasalahan tersebut diduga kuat disebabkan aktivitas penambangan emas tanpa izin.

Perumda Pincuran Telago diharapkan menjadi solusi air bersih itu. (*)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version