Daerah  

Masyarakat Perlu Waspada, Ada 52 Kasus Demam Berdarah di Bungo

Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBI-Masyarakat Kabupaten Bungo perlu waspada terhadap demam berdarah. Sejauh ini sudah ada 52 kasus.

Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mencatat angka demam berdarah dengue (DBD) mencapai 875 kasus.

Angka ini dikwatirkan terus bertambah dan pihak dinkes mengimbau masyarakat dapat menjaga kebersihan.

“Kami minta masyarakat menjaga kebersihan dan selalu membersihkan genangan air agar tak berkembang biak nyamuk DBD. Angka DBD saat ini juga sudah mencapai 875 kasus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Jambi, Saprimail, Rabu (23/7/2025).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan maupun bentuk sosialisasi di lapangan akan bahayanya DBD. Penyakit itu, sambungnya, dianggap bisa dicegah jika memenuhi pola kesehatan.

Meski saat ini, angka 875 kasus itu masih terbilang sama dengan angka kasus DBD 2024 lalu. Namun angka itu tercatat dalam bulan Januari hingga Juni 2025.

Kasus DBD yang terbanyak itu berasal dari Kota Jambi dengan 319 kasus, lalu Batanghari 83 kasus, Tanjabbar 67 kasus, Merangin 64 kasus.

KKemudian Tanjab Timur 58 kasus, Sarolangun 53 kasus, Bungo 52 kasus, Tebo 48 kasus, Muaro Jambi 42 kasus, Kerinci 41 kasus, dan yang paling rendah di Kota Sungai Penuh 30 kasus.

“Jika sudah terkena DBD seperti demam tinggi setelah dua hari tidak turun, agar penanganannya tepat seperti dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat dan cek darah ke laboratorium kesehatan,” jelasnya yang dikutip dari detikcom.

Saprimail menjelaskan, DBD adalah penyakit yang bisa mematikan jika tidak segera ditangani. DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti, terutama pada pagi dan sore hari.

Adapun tanda-tanda terkena DBD seperti demam tinggi mendadak bisa 39-41°C. Juga nyeri hebat pada kepala, otot, sendi, dan belakang mata. Mual, muntah terus-menerus.

Kemudian ditandai bintik merah di kulit (trombosit turun), Pendarahan pada hidung, gusi, tinja hitam. Kemudian juga perut membesar, sulit bernapas, gelisah atau lemas parah. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *