AROSUKA-Fenomena apa pula ini. Belakangan, banyak aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok yang mengajukan cerai dengan pasangan masing-masing. Belum diketahui latar belakangnya. Apakah karena ekononi, judi online atau faktor lainnya?
Wakil Bupati Solok, Candra Bersama menyatakan prihatin dengan fenomena itu. “Kita baru saja menyelesaikan pembinaan terhadap sejumlah ASN yang mengajukan perceraian. Belum selesai satu kasus, sudah masuk lagi tujuh permohonan baru. Ini sangat mengawatirkan,” ungkap Candra, Senin (21/7/2025) di Arosuka.
Candra mengungkapkan keprihatinan mendalamnya atas persoalan ini. Perceraian memang dibolehkan dalam Islam, namun tetap merupakan perkara halal yang paling dibenci oleh Allah SWT.
“Segala ikhtiar harus ditempuh sebelum keputusan akhir diambil,” ujar Candra.
Wabup menekankan pentingnya membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, karena dari keluarga yang sehat akan lahir anak-anak yang baik dan generasi penerus yang berkualitas.
“Rumah tangga adalah surga kecil. Jika keluarga rusak, maka masyarakat pun akan rapuh. Banyak kenakalan remaja, balap liar, tawuran, bahkan narkoba berawal dari rumah yang kehilangan kehangatan,” tambahnya.
Chandra menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Solok akan memperkuat program pembinaan keluarga ASN melalui pelatihan pranikah, pendampingan psikososial, hingga mediasi rutin.
“Upaya ini tidak hanya administratif, tapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual para ASN,” tambah Candra.
Sekretaris BKPSDM, Marcos Sophan menegaskan, ketenangan rumah tangga adalah pondasi utama yang sangat mempengaruhi kinerja ASN. Ia berharap seluruh ASN mampu menjaga rumah tangga yang harmonis dan tidak terburu-buru memilih perceraian sebagai solusi.
“Perceraian bukan hanya berdampak pada suami-istri, tapi yang paling menderita adalah anak-anak. Jangan jadikan mereka korban dari ketidakharmonisan orang tuanya,” tutur Marcos Sophan.
Kabid Pembinaan, Kesejahteraan dan Pemberhentian BKPSDM, Maiseven YR mengungkapkan, pihaknya aktif memanggil ASN yang mengajukan perceraian untuk dibina dan dimediasi secara intensif. Jika diperlukan, pasangan dari ASN bersangkutan juga akan dilibatkan dalam proses klarifikasi dan penyelesaian.
“Kami tidak hanya menjalankan prosedur, tapi juga berupaya menghadirkan pendekatan kekeluargaan. Karena keputusan perceraian ini menyangkut masa depan, baik pribadi maupun lingkungan kerja ASN,” jelas Maiseven.
BKPSDM memastikan, sebelum permohonan perceraian ASN diteruskan ke tahap administrasi dan meminta persetujuan bupati, segala bentuk mediasi dan upaya perbaikan akan terlebih dahulu diupayakan secara maksimal.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap para ASN menyadari pentingnya menjaga keutuhan keluarga, bukan hanya demi kebahagiaan pribadi, tetapi juga demi kualitas pelayanan publik dan masa depan generasi penerus daerah. (*)













