Daerah  

Akibat Material Lahar Dingin, Sungai di Agam Kembali Alami Pendangkalan, Pemerintah Diminta Gerak Cepat

Sungai di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Agam, kembali mengalami pendangkalan parah.
Sungai di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Agam, kembali mengalami pendangkalan parah.

AGAM-Sungai di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Agam, kembali mengalami pendangkalan parah.

Pendangkalan ini disebabkan material lahar dingin yang tertimbun di dasar sungai, sehingga mengurangi kapasitas sungai untuk menampung aliran air.

Warga yang tinggal dekat sungai mengaku cemas karena pendangkalan ini bisa memicu terjadinya banjir dan mengancam pemukiman.

“Kondisi kekinian, sungai telah mengalami pendangkalan parah karena tertimbun material lahar dingin,” ungkap masyarakat Jorong Cangkiang, Rizal Sutan Mangkuto.

Di beberapa titik, tinggi tebing sungai bahkan ada yang cuma 30 cm, ini sangat mengawatirkan. Tebing tersebut terkikis arus sungai sehingga menggerus persawahan yang berada di atasnya.

“Untuk saat ini kondisi sungai sama sekali tak siap menampung aliran air dalam jumlah besar, kita takut nantinya air malah tiba di pemukiman dan memicu bencana,” ungkap Rizal.

Sebelumnya, pengerukan sudah dilakukan pada 2024 silam, pasca terjadinya galodo besar, namun kini sudah perlu dilakukan pengerukan kembali.

“Sebagai antisipasi, kita harap pemerintah melakukan pengerukan lagi, sebab dibanding lokasi lain, di sini pendangkalan lebih parah,” harap Rizal.

Seperti halnya, sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat (25/7/2025), debit sungai ini mendadak meningkat tajam dan membuat khawatir warga. Warga takut peristiwa pada 11 Mei 2024 silam terulang lagi yang mengakibatkan kerugian besar. Kala itu, sedikitnya 60 rumah terendam banjir dan puluhan hektare lahan pertanian tertimbun.

“Untuk saat ini pengerukan sungai yang dangkal sangat diperlukan,” jelas Rizal.

Ada sekitar sembilan bangunan termasuk satu ponpes berada dekat bibir sungai, sementara perkampungan terdekat berjarak antara 50-100 meter dari bibir sungai yang saat galodo tahun lalu ikut terdampak parah.

Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan pengerukan sungai untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan galodo.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu kami dalam mengatasi masalah ini,” kata Rizal.

Dengan pengerukan sungai, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan galodo yang dapat mengancam pemukiman dan lahan pertanian warga.

“Pemerintah diharapkan dapat memperhatikan kondisi sungai di Jorong Cangkiang dan melakukan pengerukan sungai untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan galodo,” tambah Rizal.

Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan keselamatan warga.

Rizal juga menambahkan warga sangat mengharapkan bantuan pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu kami dalam mengatasi masalah ini,” kata Rizal.

Insan media akan terus memantau perkembangan kondisi sungai di Jorong Cangkiang dan berharap pemerintah dapat segera melakukan pengerukan sungai untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

Dengan perhatian dan tindakan yang tepat dari pemerintah, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan keselamatan warga.

Rizal mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan siaga dalam menghadapi potensi bencana banjir dan galodo. “Kita harus tetap waspada dan siaga dalam menghadapi potensi bencana,” kata Rizal.

Dengan kerja sama dan perhatian yang tepat dari pemerintah dan warga, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan keselamatan warga di Jorong Cangkiang. “Kami berharap pemerintah dapat membantu kami dalam mengatasi masalah ini,” tutur Rizal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jorong Cangkiang telah mengalami beberapa kali bencana banjir dan galodo yang mengakibatkan kerugian besar bagi warga.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan mitigasi bencana yang efektif untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Dengan pengerukan sungai dan upaya pencegahan lainnya, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan galodo yang dapat mengancam pemukiman dan lahan pertanian warga di Jorong Cangkiang.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu kami dalam mengatasi masalah ini,” tutup Rizal. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *