Daerah  

Cegah Dampak Kabut Asap, Personel Satlantas Polres Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker ke Warga

Cegah Dampak Kabut Asap, Polres Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker ke Warga
Cegah Dampak Kabut Asap, Polres Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker ke Warga

DHARMASRAYA-Personel Polres Dharmasraya membagikan ratusan masker kepada masyarakat yang melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), kawasan Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (7/10/2026).

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah provinsi yang berbatasan dengan Kabupaten Dharmasraya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Dharmasraya pada Rabu (7/10/2026) mencapai angka 189. Kondisi tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, personel Polres Dharmasraya secara rutin membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas dan melintas di kawasan Jalinsum Gunung Medan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro melalui Kasat Lantas IPTU Wahyuli Amra mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Masker dapat membantu menyaring partikel berbahaya seperti debu dan asap agar tidak terhirup langsung ke dalam paru-paru. Mudah-mudahan masyarakat dapat terbantu dan terhindar dari gangguan pernapasan,” ujarnya.

Ia berharap bencana karhutla segera berakhir sehingga masyarakat kembali dapat menghirup udara yang bersih dan segar.

“Semoga bencana karhutla ini cepat berlalu dan masyarakat dapat menghirup udara segar lagi,” sambungnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan perkebunan karena dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta memperburuk kualitas udara. (eko)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *