Daerah  

Bupati Jember Targetkan Realisasi Belanja 90 Persen, Semua Fraksi di DPRD Sepakati Perubahan APBD 2026

Bupati Jember, Muhammad Fawait, usai menghadiri rapat paripurna P-APBD 2026 di gedung DPRD Jember, Senin (14/9/2026). (Foto: Fathur Rozi)
Bupati Jember, Muhammad Fawait, usai menghadiri rapat paripurna P-APBD 2026 di gedung DPRD Jember, Senin (14/9/2026). (Foto: Fathur Rozi)

JEMBER-Seluruh fraksi di DPRD Jember menyepakati Perubahan APBD 2026, Senin (14/9/2026). Setelah pengesahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menargetkan realisasi anggaran belanja dapat mencapai 90 persen hingga akhir tahun. Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Bupati Muhammad Fawait mengatakan, jajaran Pemkab Jember akan terus mendorong percepatan pelaksanaan berbagai program pembangunan hingga akhir tahun agar penyerapan anggaran dapat dimaksimalkan.

“Idealnya menurut saya 90 persen hingga 95 persen realisasi belanjanya. Itu sudah sangat ideal untuk realisasi belanja,” ujar Fawait seusai rapat paripurna pengesahan Raperda P-APBD 2026 di kantor DPRD setempat.

Menurutnya, target tersebut dinilai realistis. Ia menilai realisasi anggaran hingga 100 persen sulit dicapai karena dalam pelaksanaan program terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi penggunaan anggaran, termasuk aspek administrasi, kebutuhan riil, maupun pengukuran volume pekerjaan.

“Kesalahan itu pasti ada. Atau kebutuhannya 100, ternyata dianggarkan 150. Nah, itu pasti ada efisiensi. Enggak mungkin 100 persen. Kita ikhtiar 90 persen, syukur-syukur lebih dari itu,” katanya.

Di sisi lain, Fawait menegaskan, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tidak selalu menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, sebagian SiLPA dapat berasal dari efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan.

Ia mencontohkan, sebuah kegiatan yang semula dianggarkan Rp600 juta dapat dilaksanakan dengan biaya Rp400 juta. Selisih Rp200 juta tersebut, kata dia, merupakan hasil efisiensi anggaran.

“Contoh, ada kegiatan anggarannya Rp600 juta, ternyata bisa ditekan jadi Rp400 juta. Kan yang Rp200 juta hasil dari efisiensi, itu malah bagus. Jadi, tidak selamanya SiLPA itu jelek, tetapi kalau hasil efisiensi, bagus,” pungkasnya.

Dengan disepakatinya P-APBD 2026 oleh seluruh fraksi DPRD Jember, Pemkab Jember selanjutnya berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan program hingga akhir tahun, sekaligus memastikan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *