KUANSING-Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby mengaku tidak mengetahui isi amplop yang diberikan ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Warga mengomentari pernyataan tersebut. Menurut warga, jangan-jangan Bupati Kuansing mau kondangan, sehingga dia menyiapkan amplop. Namun, lantaran terburu-buru, amplop tersebut tertinggal di meja menteri.
“Kan bupati sering diundang warga untuk menghadiri pesta pernikahan. Bisa jadi, ada perantau Kuansing di Jakarta yang mengundang,” kata Isman, seorang warga Kuansing, Jumat (17/7/2026).
Bisa jadi, bupati selesaikan urusan dinas dahulu ke Kementerian Kehutana, habis itu baru kondangan. Namun, dalam perjalanan, amplop itu tertinggal di ruangan menteri. Namanya juga kepala daerah, pasti membawa berkas atau proposal ke kementerian.
Diberitakan sebelumnya, Suhardiman Amby mengaku tak tahu apa isi amplop tersebut.
“Saya enggak tahu isinya, saya enggak tahu isinya apa ya,” kata Suhardiman, usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (17/7/2026) yang dikutip dari Kompas.com.
Suhardiman mengaku dirinya tidak memberikan amplop tersebut ke Raja Juli.
Bukan. Enggak tahu isinya apa ya enggak tahu isinya apa,” ujar dia.
Sejauh ini, KPK juga belum mengumumkan apa isi amplop tersebut. (*)













