KUANSING-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muhklisin, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri perlombaan Pacu Jalur Rayon III yang digelar di Gelanggang Tepian Pincuran Sati, Kecamatan Benai, Jumat (10/7/2026). Kehadiran Muhklisin di tengah ribuan masyarakat yang memadati arena perlombaan mendapat sambutan hangat dan penuh antusias.
Sejak tiba di lokasi, Muhklisin tampak menyapa masyarakat yang telah memenuhi tribun maupun tepian sungai.
Sesekali ia melambaikan tangan kepada penonton yang langsung disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari berbagai penjuru gelanggang.
Suasana semakin semarak ketika Plt Bupati berjalan menuju tribun utama. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka. Tidak sedikit pula masyarakat yang berharap dapat bersalaman maupun berfoto bersama dengan Muhklisin.
Dalam kesempatan itu, Muhklisin mengatakan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung perahu tradisional, tetapi merupakan simbol persatuan, kekompakan, semangat gotong royong, serta kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Tradisi Pacu Jalur adalah jati diri masyarakat Kuantan Singingi. Budaya ini harus terus kita lestarikan bersama agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah, bahkan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurut Muhklisin, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pacu Jalur sebagai agenda budaya dan pariwisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia menilai setiap penyelenggaraan Pacu Jalur selalu membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Pedagang makanan, minuman, hingga pelaku UMKM lokal merasakan peningkatan pendapatan karena ramainya pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di kawasan Tepian Pincuran Sati mengaku senang dapat bertemu langsung dengan Plt Bupati Kuansing. Mereka menilai Muhklisin merupakan sosok pemimpin yang sederhana, ramah, dan dekat dengan masyarakat.
“Beliau datang menyapa masyarakat dengan penuh senyum. Dari raut wajahnya terlihat kesederhanaan. Kami berharap beliau dapat memimpin Kuansing dengan amanah dan membawa daerah ini semakin maju,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya juga berharap kepemimpinan Muhklisin mampu menjaga nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.
Penampilan Muhklisin pada acara tersebut juga menarik perhatian masyarakat. Ia mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan kain songket yang dililitkan di pinggang serta kupiah poci berwarna hitam. Busana yang dikenakannya dinilai mencerminkan penghormatan terhadap budaya lokal dan menambah kedekatannya dengan masyarakat yang hadir.
Perlombaan Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai sendiri berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati Tepian Pincuran Sati untuk memberikan dukungan kepada jalur-jalur kebanggaan masing-masing desa. Sorak sorai pendukung terus menggema setiap kali jalur andalan mereka berpacu menuju garis finis.
Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi kembali membuktikan bahwa Pacu Jalur bukan hanya sebuah perlombaan tradisional, tetapi telah menjadi pesta rakyat yang mampu mempererat tali persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Kuantan Singingi. (ridho)













