Daerah  

Gawat, Anak Sekolah di Kuansing Jadi Sasaran Pengedar Narkoba, Untung Ada Emak-emak

Barang bukti yang diamankan polisi. (riau.go.id)
Barang bukti yang diamankan polisi. (riau.go.id)

KUANSING-Gawat, ternyata anak sekolah jadi target pengedar narkoba di Kuansing, Riau. Situasi ini tak boleh dibiarkan.

Beruntung, gerak cepat Kepolisian Sektor (Polsek) Singingi Hilir berhasil menggulung empat orang pengedar narkotika jenis sabu yang nekat menjadikan kalangan pelajar sebagai target pasar mereka, Rabu (22/4/2024).

Penangkapan ini bermula dari keresahan para ibu di Desa Sukamaju yang mencium aroma mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Tak ingin anak-anak mereka terjerumus, para ibu ini melaporkan kekhawatiran tersebut kepada anggota bhabinkamtibmas, yang kemudian diteruskan langsung ke meja Kapolsek Singingi Hilir.

Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, langsung merespons laporan tersebut dengan menerjunkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan mendalam.

“Setelah melakukan pengintaian selama empat hari penuh, petugas akhirnya berhasil memetakan lokasi persembunyian para pelaku yang kerap berpindah tempat,” ujar Alferdo, Kamis (23/4/2026).

Puncak dari penyelidikan ini terjadi di sebuah pondok terpencil milik tersangka berinisial SL (48).

Di tempat yang diduga kuat sebagai markas distribusi tersebut, petugas melakukan penggerebekan mendadak dan mendapati SL sedang asyik menimbang serta membungkus paket sabu bersama tiga rekan komplotannya, KN (40), BN (31) dan ND (39).

“Dalam penggerebekan tersebut, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa lima paket sabu dengan berat kotor mencapai 23,31 gram. Selain narkotika, petugas juga menyita dua unit timbangan digital, plastik pembungkus siap edar, alat isap (bong), empat unit ponsel, serta uang tunai sebesar Rp 450.000 yang diduga hasil transaksi,” jelasnya yang dikutip dari riau.go.id.

Alferdo menjelaskan, keempat pelaku ini merupakan target utama dalam Operasi Anti Narkotika (Antik) Lancang Kuning.

Tersangka SL sendiri diidentifikasi sebagai otak di balik jaringan ini, yang mengatur strategi distribusi sabu di wilayah Singingi Hilir dan sekitarnya.

Alferdo memberikan perhatian khusus pada informasi mengenai target peredaran yang menyasar anak sekolah.

Menurut Alferdo, tindakan cepat ini merupakan langkah antisipasi krusial untuk memutus rantai peredaran sebelum zat perusak syaraf tersebut merambah lebih jauh ke institusi pendidikan atau kalangan anak muda di desa-desa.

“Saat ini, keempat tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Singingi Hilir untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami berkomitmen akan terus mendalami jaringan ini hingga ke akarnya guna memastikan lingkungan sekolah di Kuansing tetap bersih dan aman dari jeratan narkoba,” tegasnya. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *