SAWAHLUNTO-Ada hal menarik di Sawahlunto. Empat perusahaan rohog kocek demi perbaikan rumah sakit pemerintah. Perbaikan rumah sakit biasanya gunakan dana APBD atau APBN.
Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat layanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Wali Kota Riyanda Putra tinjau kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto, Senin (27/10), bersama sejumlah perwakilan perusahaan tambang lokal yang ikut berkontribusi lewat program corporate social responsibility (CSR).
Wali kota didampingi jajaran pimpinan dari PT. Miyor Prima Abadi, CV. BMK, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, serta CV. Bintang Spartan.
Mereka meninjau berbagai ruang pelayanan yang tengah direhabilitasi sebagai bagian dari kolaborasi antara pemko dan sektor swasta untuk memperkuat infrastruktur kesehatan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini adalah contoh kongkret CSR yang tepat sasaran. Kita ingin kontribusi perusahaan tidak hanya bersifat simbolik, tapi betul-betul menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Riyanda.
Empat perusahaan, empat peran strategis
Dalam pembagian peran CSR kali ini, masing-masing perusahaan mengambil fokus yang berbeda namun saling melengkapi:
Pertama, PT. Miyor Prima Abadi bertanggung jawab untuk merehabilitasi tiga ruang rawat inap kelas VIP.
Kedua, CV. BMK turut memperbaiki satu ruang rawat inap kelas VIP tambahan.
Ketiga, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati mendukung pembangunan prasarana penunjang RSUD, termasuk pembangunan gazebo dan pemasangan plang IGD (instalasi awat darurat).
Keempat, CV. Bintang Spartan berperan pada perbaikan plafon gedung RSUD untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan.
Menurut Wali Kota Riyanda, kemitraan dengan dunia usaha di Sawahlunto kini berkembang ke arah yang lebih luas.
“Kolaborasi ini bukan sekadar memperkuat ekonomi daerah. Lebih dari itu, ia membangun fondasi sosial yang memperkuat kualitas hidup masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Dia menegaskan, langkah ini merupakan model CSR yang ideal—tidak hanya sekadar seremonial, tetapi mengandung nilai keberlanjutan dan manfaat jangka panjang.
Wali Kota Riyanda menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh perusahaan yang terlibat.
“Peningkatan mutu layanan kesehatan adalah investasi sosial yang bernilai tinggi. Terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berkontribusi nyata bagi masyarakat. Partisipasi aktif dunia usaha adalah kunci untuk membangun Sawahlunto yang lebih sehat dan sejahtera,” tegasnya.
Peninjauan ini menandai langkah penting dalam memastikan RSUD Sawahlunto menjadi rumah sakit yang tidak hanya layak secara fasilitas, tetapi juga representatif terhadap kebutuhan masyarakat modern—lebih nyaman, lebih manusiawi, dan lebih siap melayani.
Dengan sinergi antara pemko dan sektor swasta yang terus terjalin erat, Sawahlunto tampak semakin mantap menapaki jalan menuju kota maju dengan pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan sosial. (IZ)













