KUANSING-Transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah pada 2026 dipangkas habis-habisan. Hampir semua daerah mengalami pengurangan. Kabupaten Kuansing diproyeksi akan mengalami pemotongan hingga Rp200 miliar.
Dengan adanya pemotongan yang begitu besar, dipastikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara akan terimbas. Bisa tambah sakik utak ambo.
Pemkab Kuantan Singingi dipastikan menghadapi efisiensi anggaran pada 2026 mendatang.
Hal ini menyusul keputusan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sudah merilis daftar pengurangan dana transfer ke daerah.
Sekda Kuansing, Zulkarnaen, Selasa (30/9/2025) membenarkan adanya pengurangan dana transfer itu.
“Kementerian Keuangan sudah mengeluarkan daftar transfer dana pusat ke daerah. Kuansing mendapatkan pengurangan Rp200 miliar,” jelasnya yang dikutip dari riaupos.co.
Sakik utak ambo
Diberitakan sebelumnya, sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing belakangan pusing. Hal itu lantaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) belum cair
“Sakik utak ambo kini,” kata dia sambal mengisap rokok dalam-dalam. Setelah itu, asap mengepul dari mulut ASN itu.
Dia menambahkan, “Hidup ini pahit. Sepahit rokok ini.”
Dia bercerita panjang lebar soal kondisi ekonominya empat bulan belakangan. “Agak pahit, walau tak miskin-miskin amat,” katanya.
Seorang ASN ini tak mau Namanya ditulis. Dia tak habis pikir, kenapa TPP tak ada anggarannya. Dia juga tak paham, apakah itu dampak dari pengurangan atau efisiensi anggaran.
Dia menyebutkan, di satu sisi ia bersyukur karena memiliki pekerjaan yang bagus. Namun, di sisi lain, TPP itu merupakan hak yang wajib diterima.
“Itu diatur dalam aturan. Kalau tak ada pitih untuk membayar, seyogianya aturan itu diubah. Biar hidup ini tak berharap lagi,” katanya.
Dia mengaku, mandeknya penyaluran TPP baru terjadi pada tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, TPP yang diberikan selalu lancar.
“Iya belum cair TPP sejak Mei sampai sekarang, totalnya sudah empat bulan belum kita terima. Ini sudah masuk Oktober, jadi sudah mau lima bulan TPP belum kita terima,” ujar ASN lainnya.
Jadi, sabar-sabar sajalah. Kalau duitnya sudah ada, TPP itu pasti cair. Kalau cair lima sekaligus, maka rekening pun bisa meletus kencang, bagaikan Gunung Marapi di Sumbar yang sering batuk-batuk.(Ridho)













