Daerah  

1.374 Turis Luar Negeri Datang ke Tepian Narosa, 1,6 Juta Pengunjung Saksikan Pacu Jalur  

Penutupan Pacu Jalur din Tepian Narosa yang dihadiri pejabat dan penyanyi rap Melly Mike.
Penutupan Pacu Jalur din Tepian Narosa yang dihadiri pejabat dan penyanyi rap Melly Mike.

PEKANBARU-Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, mencatat rekor baru dengan total kunjungan mencapai 1,6 juta orang.

Angka fantastis ini tidak hanya didominasi oleh wisatawan domestik, tetapi juga disumbang oleh lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengungkapkan, jumlah kunjungan selama perhelatan akbar ini melampaui ekspektasi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata pesona budaya tradisional yang mampu menarik perhatian global.

“Kunjungan selama event digelar ada 1,6 juta lebih. Angka ini sangat signifikan, khususnya untuk kunjungan wisatawan mancanegara,” ungkap Roni, Rabu (27/9/2025).

Menurut Roni, lonjakan jumlah wisatawan asing terbilang luar biasa. Terdata ada 1.374 wisatawan mancanegara yang datang langsung untuk menyaksikan tradisi budaya yang telah berusia 125 tahun tersebut.

“Wisatawan asing tahun ini cukup luar biasa antusiasnya untuk nonton Pacu Jalur. Total ada 1.374 orang dari tahun lalu itu hanya puluhan orang,” jelasnya yang dikutip dari riau.go.id.

Wisatawan asing yang datang berasal dari berbagai negara, mulai dari Nigeria, Maroko, Turki, Slovenia, Brasil, Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat.

Fenomena ini menunjukkan, promosi Pacu Jalur melalui berbagai media, terutama media sosial, berhasil menjangkau audiens di seluruh dunia.

Salah satu wisatawan yang terkesan adalah Amoge Ezike, asal Nigeria.

Ia datang bersama empat sahabatnya yang berbeda negara, yaitu Walaa Boughabi (Maroko), Elif Leyal (Turki), Vesna Polanec (Slovenia), dan Lara Vervloet Carvalho (Brasil). Mereka datang usai melihat video Pacu Jalur yang viral.

“Kami di Indonesia sebenarnya sedang ada kegiatan di Pekanbaru. Lalu kami tertarik melihat pacu jalur setelah melihat viral ada anak-anak menari di atas perahu,” kata Amoge yang dikutip dari riau.go.id.

Baginya, melihat tarian yang disebutnya memiliki “aura yang memukau” di atas perahu panjang itu adalah pengalaman yang sangat menarik.

Tak hanya menonton, Amoge dan kawan-kawannya juga menjajal langsung perahu berukuran 35 meter yang menjadi ikon utama Pacu Jalur.

“Kami sudah keliling, kami mencoba semua yang ada. Termasuk kami naik perahu yang difasilitasi penyelenggara,” imbuhnya, menambahkan bahwa mereka sangat menikmati pengalaman mendalam dengan budaya masyarakat setempat.

Peningkatan kunjungan wisatawan ini, baik domestik maupun mancanegara, menjadi pertanda positif bagi industri pariwisata Riau.

Hal ini membuktikan dengan pengemasan dan promosi yang tepat, event-event tradisional mampu menjadi daya tarik utama yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *