PADANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang adakan rapat paripurna istimewa, Kamis (7/8/2025). Rapat paripurna itu dengan agenda peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-356.
Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRD, Muharlion. Dia memberikan penjelasan dan mengenang kembali peristiwa masa lalu, sehingga tiap 7 Agsutus diperingati sebagai hari jadi Kota Padang.
Ketua DPRD menyebutkan, masyarakat Kota Padang wajib bersyukur serta menjadikan hari jadi kota sebagai sebuah insprirasi dan motivasi, untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan daerah ini dengan karya dan prestasi serta kreatifitas yang tinggi demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan kota padang yang lebih baik.
“Hari jadi kita peringati atas terjadinya peristiwa heroik, masyarakat waktu itu membuktikan merekalah pribumi, tuan rumah dan pemilik sah negeri ini. Peristiwa itu ditandai dengan penyerbuan, pembakaran loji-loji, gudang, dan benteng belanda yang dilakukan dengan keberanian dan tekad yang kuat melawan penjajah,” katanya.
Dijelaskan Muharlion, penyerbuan pertama dilakukan pada 7 Agustus 1669, dimana pasukan berbangso taji dari Pauh, Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat melakukan penyerangan ke loji-loji Belanda.
Penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah Belanda, sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada 1880.
“Momen penyerangan pertama 7 Agustus kemudian kita peringati sebagai hari jadi Kota Padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini,” kata dia.
Muhadlion menyebutkan, apa yang telah diperbuat para pendahulu haruslah memberikan tantangan dan menjadi motivasi bagi generasi sekarang untuk memberikan yang terbaik bagi kota ini.
“Hari ini mungkin pendahulu kita tidak sempat melihat dan menikmati keindahan Kota Padang saat ini,” katanya. (*)













