Daerah  

Satgas Pemkab Bungo Mulai Unjuk Giri, Peralatan Tambang Emas Ilegal Dibakar, Tak Ada Pelaku yang Diamankan

Peralatan tambang emas ilegal yang dibakar Satgas Pemkab Bungo dalam penertiban PETI. (bungokab.go.id)
Peralatan tambang emas ilegal yang dibakar Satgas Pemkab Bungo dalam penertiban PETI. (bungokab.go.id)

MUARA BUNGOPemerintah kabupaten bersama Polres Bungo dan Kodim 0416/Bute melaksanakan razia penindakan terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak di wilayah sekitar Bandara Muara Bungo dan jembatan Sungai Buluh.

Kegiatan ini dipimpin Kapolres AKBP Natalena Eko Cahyono, bersama jajaran tim Satgas PETI yang terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Danramil Rantau Pandan, Kapten Syaiful Anwar dari Kodim 0416/Bute, serta Sekretaris Satpol-PP Herpendi dan Kasi Trantib Satpol-PP Ikhwan Syam.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh anggota yang terlibat mengikuti apel kesiapan. Kapolres menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta tetap mengutamakan keselamatan.

Tim Satgas kemudian bergerak ke dua titik lokasi penindakan, di area sekitar jembatan Sungai Buluh dan area sekitar Bandara Muara Bungo.

Dalam razia tersebut, tim berhasil menggagalkan aktivitas tambang ilegal dengan menyita dan memusnahkan 57 unit alat PETI, terdiri dari 40 set rakit dan 17 unit lanting, yang langsung dimusnahkan di tempat dengan cara dibakar. Tidak ada pelaku yang ditangkap di lokasi.

Kapolres menegaskan, tidak ada toleransi terhadap kegiatan tambang ilegal. “Kami akan terus melakukan pembersihan hingga ke seluruh kecamatan. Tidak ada ruang kompromi untuk PETI,” kata dia yang dikutip dari bungokab.go.id.

Razia ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bungo bersama unsur forkopimda dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum atas aktivitas pertambangan tanpa izin yang merugikan negara dan berdampak buruk bagi masyarakat dan alam sekitar.

Masyarakat di sekitar lokasi memberikan apresiasi atas aksi tegas dan terukur yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat. Mereka berharap operasi serupa terus dilaksanakan secara berkala untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *