Daerah  

Milad ke-7 Laskar Sholawat Nusantara, Belasan Ribu Pengurus Pusat hingga Ranting Bakal Padati Alun-Alun Jember

Ketua Umum LSN, Abdul Adhim (pegang mikrofon) menyampaikan agenda organisasi dalam konferensi pers milad ke-7 LSN di Kafe Dira Argopuro, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (1/11/2026) malam.
Ketua Umum LSN, Abdul Adhim (pegang mikrofon) menyampaikan agenda organisasi dalam konferensi pers milad ke-7 LSN di Kafe Dira Argopuro, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (1/11/2026) malam.

JEMBER – Belasan ribu pengurus Laskar Sholawat Nusantara (LSN) dari tingkat pusat hingga ranting dijadwalkan memadati Alun-Alun Jember, Minggu (8/11/2026).

Mereka akan mengikuti Apel Selawat Akbar sekaligus pelantikan pengurus dalam rangka milad ke-7 organisasi tersebut.

Kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 13 ribu orang itu menjadi salah satu agenda besar LSN sejak dideklarasikan pada 9 November 2019. Mengusung tema “Satukan Tekad, Tebarkan Manfaat”, peringatan tahun ini juga menandai pergantian sejumlah kepengurusan organisasi.

Ketua Umum LSN Abdul Adhim mengatakan, organisasi yang mengusung misi syiar melalui pemerintahan tersebut genap berusia tujuh tahun pada 9 November 2026. Angka tujuh dipilih bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Milad kali ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar LSN untuk menyatukan tekad dan memperluas kebermanfaatan. Kami ingin organisasi ini terus berkembang dan menjalankan misi syiar melalui berbagai bidang pengabdian,” kata Adhim dalam konferensi pers milad ke-7 LSN di Kafe Dira Argopuro, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (1/11/2026) malam.

Dalam agenda tersebut, LSN juga akan melantik pengurus baru dari berbagai tingkatan. Rinciannya, 18 pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP), 40 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC), 93 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta 744 pengurus ranting. Selain itu, terdapat 9.920 ketua kelompok pengajian yang turut dikukuhkan.

Ketua Panitia Milad ke-7 LSN Agus Nur Yasin menjelaskan, peringatan tahun ini memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan angka tujuh. Dalam bahasa Jawa, tujuh disebut pitu, yang dimaknai sebagai pitulungan atau pertolongan. Sementara dalam bahasa Indonesia, angka tersebut dikaitkan dengan tujuan.

“Angka tujuh ini memiliki filosofi tersendiri. Kami berharap LSN senantiasa mendapat pertolongan Tuhan sekaligus memiliki tujuan yang jelas dalam menjalankan perjuangan dan syiar. Karena itu, tema yang kami usung adalah ‘Satukan Tekad, Tebarkan Manfaat’,” ujarnya.

Agus menambahkan, rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB di Alun-Alun Jember. Acara diawali dengan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan penampilan seni dari Srikandi LSN perwakilan sejumlah kecamatan di Jember.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah dewan pembina, devile penyambutan Presiden LSN Muhammad Fawait, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars LSN, serta pemutaran video perjalanan organisasi selama tujuh tahun. Agenda utama berupa pelantikan pengurus LSN dan Srikandi dari berbagai tingkatan, dilanjutkan arahan Presiden LSN, mahallul qiyam dengan pembacaan selawat, serta doa bersama.

Agus memperkirakan sekitar 13 ribu orang akan menghadiri kegiatan tersebut. Jumlah itu mencakup pengurus, anggota, dan undangan yang datang dari berbagai wilayah.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di sekitar Alun-Alun Jember, apabila kegiatan ini berdampak terhadap kelancaran perjalanan. Kami berharap masyarakat dapat memaklumi karena kegiatan ini melibatkan peserta dalam jumlah besar,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Srikandi LSN Hermin mengatakan, organisasi tersebut memiliki sejumlah badan atau organisasi sayap yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Selain Srikandi, terdapat Serikat Tani LSN, Serikat Pengusaha LSN, dan Serikat Mahasiswa LSN.

Menurut dia, selama ini nama LSN dan Srikandi lebih dikenal masyarakat. Padahal, tiga organisasi sayap lainnya juga memiliki peran dalam memperluas jangkauan pengabdian organisasi.

“LSN memiliki beberapa organisasi sayap dengan bidang pengabdian masing-masing. Tidak hanya Srikandi, ada Serikat Tani, Serikat Pengusaha, dan Serikat Mahasiswa. Semuanya memiliki potensi untuk ikut memberdayakan masyarakat sesuai bidangnya,” ujar Hermin.

Perluasan Wilayah

Sekretaris Panitia Milad ke-7 LSN, Khoiron Kisan menjelaskan, 9 November 2019 merupakan tanggal deklarasi berdirinya organisasi tersebut. Namun, LSN baru resmi tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada 2021.

Sejak pencatatan resmi itu, Abdul Adhim menjabat sebagai ketua umum untuk masa bakti 2021–2026. Sementara Muhammad Fawait, yang kini menjabat Bupati Jember, menduduki posisi presiden LSN sebagai jabatan tertinggi dalam struktur organisasi.

Pada momentum milad ketujuh, kepemimpinan Adhim akan dilanjutkan Hermin. Adapun posisi Ketua DPC LSN Jember yang sebelumnya dijabat Abdullah Waid akan diteruskan Kamiluddin, Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Jember.

“Milad ketujuh ini bukan hanya peringatan hari lahir, tetapi juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan dan penguatan struktur organisasi. Kami berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus memperluas kontribusi LSN,” kata Kisan.

Secara kewilayahan, LSN juga telah memperluas jaringan kepengurusan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Selain Jember, organisasi ini telah terbentuk di Surabaya, Gresik, seluruh kabupaten di Madura, Malang Raya, serta kawasan Tapal Kuda yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, hingga Pasuruan.

Perluasan jaringan tersebut menjadi salah satu modal LSN untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Melalui milad ketujuh, LSN menargetkan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput agar kegiatan syiar dan pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau lebih banyak wilayah. (fat/rus)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version