PAYAKUMBUH-Kericuhan yang mewarnai pertandingan final futsal Porprov XVI Sumatera Barat 2026 antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh mendapat perhatian dari pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia, Héctor Souto.
Pelatih asal Spanyol itu melontarkan kritik melalui akun Instagram terverifikasi miliknya, @souto.h, pada kolom komentar video kericuhan yang diunggah pykkini dan teraspayakumbuh, Senin (12/10/2026).
“Budaya olahraga macam apa ini?? Atlet dan pelatih yang terlibat dalam perkelahian tidak punya tempat di dalam dunia olahraga,” tulis Souto.
Komentar tersebut menjadi sorotan karena datang dari sosok yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia futsal, termasuk keberhasilannya membawa Timnas Futsal Indonesia mencatatkan sejumlah prestasi internasional.
Héctor Souto Vázquez merupakan pelatih berkebangsaan Spanyol yang lahir di Chantada, Lugo, pada 7 Desember 1981. Sebelum menangani Timnas Indonesia, ia pernah melatih sejumlah klub di Spanyol dan Vietnam, serta Bintang Timur Surabaya di Liga Futsal Profesional Indonesia.
Bersama Bintang Timur Surabaya, Souto berhasil meraih gelar juara Liga Futsal Profesional dan AFF Futsal Club Championship pada 2022.
Namanya semakin dikenal setelah dipercaya menangani Timnas Futsal Indonesia pada 2024. Di bawah kepelatihannya, Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF Futsal 2024, meraih medali emas SEA Games 2025, serta mencetak sejarah sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026.
Federasi Futsal Indonesia (FFI) juga telah memperpanjang kontraknya hingga 2028 dan memberinya tanggung jawab sebagai direktur teknik untuk memperkuat pembinaan serta pengembangan futsal nasional.
Pertandingan final futsal Porprov XVI Sumbar yang berlangsung di Lapangan Situjuah Futsal, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (12/10/2026), berakhir dengan kemenangan tuan rumah atas Kota Payakumbuh dengan skor 4-3.
Namun, suasana pertandingan yang sebelumnya berlangsung sengit berubah menjadi kericuhan pada penghujung laga. Sejumlah pemain terlibat bentrokan fisik, bahkan salah seorang pemain dilaporkan mengalami luka pada bagian bibir.
Sekretaris Panitia Pertandingan, Adril Mahaputra, sebelumnya menjelaskan bahwa insiden dipicu oleh selebrasi pemain Limapuluh Kota yang diarahkan ke bangku cadangan tim Payakumbuh. Selebrasi tersebut dianggap sebagai provokasi hingga memancing emosi pemain.
Kericuhan berhasil dilerai oleh sejumlah pihak. Kedua tim kemudian disebut telah berdamai dan saling memaafkan.
Terpisah, Ketua KONI Kabupaten Limapuluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, turut menyayangkan insiden yang terjadi pada partai final tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (13/10/2026) sore, Taufik menegaskan bahwa tindakan kekerasan di lapangan tidak dapat dibenarkan, apa pun penyebabnya.
“Apa pun alasannya, kita tidak membenarkan adanya aksi kekerasan di lapangan,” ujarnya,
Meski demikian, Taufik mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan perjuangan para atlet kedua tim yang telah menjalani proses latihan panjang hingga mampu mencapai pertandingan final.
Menurutnya, para pemain yang berlaga dalam cabang futsal Porprov 2026 masih berusia sekitar 17 tahun. Pada usia tersebut, atlet membutuhkan pendampingan, pembinaan karakter, serta bimbingan dalam mengendalikan emosi.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menjadikan insiden tersebut sebagai alasan menghujat para atlet di media sosial.
Taufik mengatakan para atlet masih memiliki kesempatan berkembang dan berpotensi memperkuat kontingen Sumatera Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Taufik memastikan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KONI Kabupaten Limapuluh Kota dalam memperbaiki pembinaan atlet.
Jajaran pelatih dan ofisial tim Limapuluh Kota disebut telah melakukan evaluasi. Wakil Bupati Limapuluh Kota juga telah memberikan nasihat kepada atlet yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang.
Di satu sisi, kritik Héctor Souto menegaskan pentingnya menjauhkan kekerasan dari dunia olahraga. Di sisi lain, KONI Limapuluh Kota menekankan perlunya pembinaan dan pendampingan agar kesalahan atlet muda menjadi pelajaran, bukan penghalang masa depan mereka.
Final futsal Porprov Sumbar 2026 akhirnya menempatkan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai peraih medali emas dan Kota Payakumbuh sebagai peraih medali perak.
Namun, kericuhan pada penghujung pertandingan turut menjadi perhatian, bahkan hingga ke pelatih Timnas Futsal Indonesia. (jnd)












