JEMBER – Dosen pendidikan musik Tokyo Gakugei University, Shigeki Iida, dibuat kaget saat menyaksikan pertunjukan musik patrol di Universitas Jember (Unej), Rabu (7/10/2026). Ini lantaran grup musik patrol Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej mampu membawakan lagu Jepang legendaris, Kokoro no Tomo.
Shigeki yang memang memiliki ketertarikan terhadap musik tradisional datang ke Kampus Unej, Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mempelajari lebih jauh musik patrol yang menjadi salah satu kesenian khas Jember.
Sebelum menyaksikan pertunjukan, Shigeki berdiskusi dengan Panakajaya Hidayatullah, dosen sekaligus etnomusikolog Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unej. Dalam diskusi tersebut, ia mendapat penjelasan mengenai sejarah, karakter alat musik hingga perkembangan musik patrol di Jember.
“Keberadaan musik Patrol tidak lepas dari migrasi warga Madura ke Jember. Musik yang awalnya bernama Tong-Tong ini kemudian berkembang sehingga dikenal menjadi musik Patrol yang khas Jember,” jelas Panakajaya.
Rasa penasaran Shigeki kemudian terjawab ketika grup musik patrol FEB Unej tampil di hadapannya. Ia tampak serius mengamati permainan setiap alat musik, bahkan merekam gambar dan suara selama pertunjukan berlangsung.
Kejutan datang ketika para pemain musik patrol membawakan Kokoro no Tomo. Lagu tersebut dimainkan menggunakan alat musik patrol dan mendapat perhatian khusus dari Shigeki.
“Musik Patrol ini ternyata mengasyikkan, saya baru kali ini melihat secara langsung dan ternyata tidak sekadar alat musik tapi ada cerita dan budaya yang menyertainya,” tutur Shigeki.
Ketertarikan Shigeki terhadap musik tradisional memang sudah berlangsung sejak lama. Pria asal Jepang yang fasih berbahasa Indonesia tersebut pernah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada dekade 1980-an.
Ia juga telah mengunjungi sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan untuk mempelajari musik tradisional. Karena itu, saat melihat musik patrol secara langsung, Shigeki tidak hanya menikmati pertunjukannya.
Terlihat, ia merekam karakter suara dari masing-masing alat musik patrol. Beberapa kali dirinya bahkan mendekati pemain dan meminta alat musik tertentu dimainkan secara khusus.
Kunjungan tersebut juga membuat Shigeki tertarik untuk kembali ke Jember. Sebab karena keterbatasan waktu, ia belum bisa berlama-lama di Kampus Tegalboto.
“Nanti saya akan menyempatkan hadir saat Festival Musik Patrol Unej digelar tahun depan,” janji Shigeki. (fat/rus)












