PEKANBARU-Dalam rangka pemberantasan peredaran gelap narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru melaksanakan razia tempat hiburan malam (THM), Sabtu (10/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Noki Loviko.
Operasi di lapangan dipimpin Wakasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Safril, dengan mengerahkan 29 personel gabungan yang terdiri dari Satresnarkoba Polresta Pekanbaru, Tim RAGA dan Sie Dokkes.
Sebelum pelaksanaan razia, seluruh personel melaksanakan apel persiapan dan arahan (AAP) di halaman Mapolresta Pekanbaru yang dipimpin oleh AKP Safril.
Razia berlangsung mulai pukul 23.30 hingga pukul 01.00 WIB.
Adapun sasaran razia meliputi sarang narkoba, pengedar, pengguna, barang bukti narkotika, serta senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sasar THM, 7 Pengunjung Negatif Narkoba
Tim kemudian menyisir salah satu tempat hiburan malam Angkasa Food Court yang berlokasi di Jalan Angkasa, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.
Di lokasi, petugas memeriksa pengelola, pengunjung, ruangan dan seluruh fasilitas secara teliti namun tetap humanis. Petugas juga melakukan penggeledahan badan dan barang bawaan pengunjung, serta pemeriksaan urine oleh Sie Dokkes Polresta Pekanbaru.
Dalam razia tersebut, tujuh pengunjung dilakukan tes urine dengan hasil dinyatakan negatif narkoba.
Hasil pemeriksaan di lokasi nihil, tidak ditemukan barang bukti narkoba maupun indikasi pelanggaran hukum lainnya.
Meski demikian, petugas tetap menyampaikan himbauan tegas kepada para pengelola agar memperketat pengawasan, tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba dan segera melapor jika menemukan hal yang mencurigakan.
Kasat Resnarkoba Noki Loviko melalui Wakasat Resnarkoba Safriln menyampaikan, inilah wujud nyata semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ — kami hadir di jam yang paling rawan, di tempat yang paling dicari, untuk memastikan warga terlindungi.
Narkoba adalah musuh bersama, menghancurkan pemuda, memisahkan keluarga dan merusak masa depan.
“Tidak ada satu pun tempat di Pekanbaru yang boleh menjadi zona aman bagi pengedar maupun pengguna. Kami akan terus datang, kapan saja, tanpa pemberitahuan sebelumnya,” tegas AKP Safril. (ES)












