Daerah  

Jember Memang Terbaik, RSD Kalisat Siagakan Delapan Mobil Cinta

Armada Mobil Cinta milik RSD Kalisat. Total ada delapan unit yang disiagakan untuk melayani pasien pulang dari rawat inap. (Foto: RSD Kalisat untuk Liputan Kini).
Armada Mobil Cinta milik RSD Kalisat. Total ada delapan unit yang disiagakan untuk melayani pasien pulang dari rawat inap. (Foto: RSD Kalisat untuk Liputan Kini).

JEMBER – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiagakan delapan unit Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu yang telah menyelesaikan perawatan ke rumah masing-masing.

Dalam sepekan terakhir, layanan tersebut tercatat telah melayani 10 pasien rawat inap.

Layanan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk memastikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak berhenti setelah pasien mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Mobil Cinta secara khusus membantu pasien yang telah dinyatakan boleh pulang, tetapi terkendala biaya transportasi untuk kembali ke rumah.

Humas RSD Kalisat, Alice Novianti S, S.Kep., Ners, mengatakan delapan unit Mobil Cinta disiapkan untuk mendukung layanan di wilayah kerja rumah sakit yang mencakup 10 kecamatan di Jember bagian timur dan utara.

Sepuluh kecamatan tersebut meliputi Kalisat, Arjasa, Mayang, Silo, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, Mumbulsari, Jelbuk, dan Pakusari.

“Selama sepekan kemarin, Mobil Cinta melayani 10 pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit,” kata Alice.

Menurut Alice, pelaksanaan layanan tersebut juga didukung sistem pelaporan berbasis digital. Setiap pengemudi diwajibkan melaporkan aktivitas perjalanan secara real-time melalui aplikasi berbasis situs web.

Sistem tersebut merekam informasi perjalanan, termasuk rute dan jarak tempuh kendaraan, foto serta video pendukung. Laporan yang dibuat pengemudi selanjutnya masuk langsung ke manajemen rumah sakit untuk mendukung pemantauan pelaksanaan layanan.

“Penerapan sistem digital ini menjadi bagian dari upaya RSD Kalisat untuk memastikan operasional Mobil Cinta berjalan terpantau dan terkoordinasi,” jelasnya.

Langkah penguatan layanan Mobil Cinta juga dilakukan RSD Kalisat melalui koordinasi lintas sektor. Tak lama setelah Bupati Jember Muhammad Fawait meluncurkan program tersebut, RSD Kalisat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Homecare dan Mobil Cinta di Aula RSD Kalisat.

Kegiatan itu menjadi forum untuk menyelaraskan dukungan pemerintah daerah, kecamatan, rumah sakit, puskesmas, dan instansi terkait terhadap pelaksanaan program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.

FGD tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember Ratno Cahyadi Sembodo, Direktur RSD Kalisat dr. Nurullah Hidajahningtyas, M.M., Camat Kalisat Jono Wasinudin, S.Kep., M.Si., perwakilan Dinas Pendidikan, Kepala Puskesmas Kalisat dr. Widiarti, serta beberapa stake holder lainnya.

“Pembahasan difokuskan pada penguatan pelaksanaan program Homecare dan Mobil Cinta yang menjadi bagian dari kebijakan pelayanan kesehatan Pemkab Jember. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperjelas peran masing-masing instansi dalam mendukung pelaksanaan layanan di masyarakat,” ungkap Alice.

Koordinasi tersebut juga menjadi penting karena kebutuhan pasien tidak selalu selesai ketika mereka mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan. Pasien yang telah diperbolehkan pulang masih dapat menghadapi kendala lain, mulai dari keterbatasan biaya transportasi hingga kebutuhan pendampingan kesehatan di rumah.

“Melalui sinergi rumah sakit, puskesmas, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait, pelaksanaan kedua program diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih terkoordinasi,” papar Alice.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait meluncurkan Program Mobil Cinta di RSD Balung pada Kamis (8/10) lalu. Program ini dihadirkan untuk membantu pasien kurang mampu yang telah menyelesaikan perawatan di rumah sakit milik pemerintah daerah, tetapi kesulitan membayar ongkos perjalanan pulang.

Gus Fawait menjelaskan, program tersebut melengkapi kebijakan pelayanan kesehatan yang telah dikembangkan Pemkab Jember, mulai dari pengobatan gratis hingga layanan dokter keluarga melalui Home Care.

Menurut dia, evaluasi terhadap layanan kesehatan gratis menemukan persoalan yang masih dihadapi sebagian pasien setelah menyelesaikan perawatan, yakni biaya transportasi dari rumah sakit menuju tempat tinggal.

“Warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, pulangnya masih mempunyai tanggungan, utang. Ternyata mereka pulang kadang-kadang harus sewa mobil dan mereka tidak punya biaya,” kata Gus Fawait seusai peluncuran Mobil Cinta di RSD Balung.

Pemkab Jember menyiapkan 31 armada pada tahap awal dan menargetkan penambahan tujuh kendaraan sehingga totalnya menjadi 38 unit. Armada tersebut dialokasikan untuk mendukung layanan di tiga rumah sakit milik pemerintah daerah.

Pemerintah daerah juga membuka peluang memperluas layanan ke fasilitas kesehatan lain, termasuk puskesmas, setelah pelaksanaan tahap awal berjalan dengan baik.

Gus Fawait menegaskan, Mobil Cinta memiliki fungsi berbeda dengan ambulans. Jika ambulans digunakan untuk membawa atau menjemput pasien yang membutuhkan penanganan medis, Mobil Cinta diperuntukkan bagi pasien yang kondisinya telah memungkinkan untuk pulang.

“Ambulans itu menjemput yang sakit. Nah, ini mengantar yang sudah sehat, yang sudah dirawat di rumah sakit menuju ke rumah masing-masing,” ujarnya. (rus)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version