Daerah  

Sudah Tiga Kali Terjadi, Bupati Jember Soroti Jalur Distribusi BBM dari Banyuwangi

Antrean kendaraan di salah satu SPBU kawasan kota, Senin (7/9/2026) malam. (Foto: Fathur Rozi)
Antrean kendaraan di salah satu SPBU kawasan kota, Senin (7/9/2026) malam. (Foto: Fathur Rozi)

JEMBER-Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kembali terjadi di Kabupaten Jember, kali ini telah memasuki babak ketiga.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Jember meminta PT Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif untuk mengantisipasi terulangnya antrean panjang bahan bakar minyak (BBM).

Bupati Muhammad Fawait mengatakan, Pemkab Jember telah menyampaikan protes secara resmi kepada Pertamina melalui Sales Branch Manager (SBM) Jember dan pihak Depo Banyuwangi. Menurutnya, persoalan antrean BBM kali ini kembali berkaitan dengan distribusi.

“Semalam saya menyampaikan protes secara resmi kepada Pertamina yang diwakili oleh SBM Jember dan juga depo yang di Banyuwangi,” ujar Fawait, Senin (7/9/2026).

Ia menyebut, persoalan serupa sudah terjadi hingga dua atau tiga kali. Karena itu, menurutnya, perlu ada evaluasi terhadap jalur distribusi BBM menuju wilayah Jember dan kawasan Tapal Kuda.

Fawait menilai, distribusi BBM untuk wilayah Tapal Kuda tidak seharusnya hanya mengandalkan satu titik, yakni Pelabuhan Banyuwangi. Sebab, gangguan lalu lintas di jalur tersebut berpotensi menghambat distribusi BBM ke sejumlah kabupaten.

“Ke depan harusnya ada solusi bahwa pengiriman untuk wilayah Tapal Kuda jangan cuma mengandalkan dari satu titik saja, yaitu Pelabuhan Banyuwangi. Tetapi juga harus dari Surabaya atau dari Malang,” tambahnya.

Menurutnya, Pertamina perlu mengambil langkah lebih cepat ketika mulai terlihat adanya kemacetan di jalur distribusi Banyuwangi. Pengiriman BBM dari jalur alternatif, kata Fawait, dapat dilakukan sebelum antrean semakin panjang.

“Kalau seandainya sudah mulai ada tanda-tanda kemacetan di wilayah Pelabuhan Banyuwangi, harusnya Pertamina sudah bisa mengambil langkah melakukan pengiriman dari Malang dan Surabaya,” jelasnya.

Fawait menegaskan, Pemkab Jember akan menyampaikan usulan tersebut secara tertulis kepada Pertamina Pusat. Ia berharap ke depan distribusi BBM ke wilayah Tapal Kuda memiliki skema alternatif sehingga tidak mudah terganggu ketika terjadi persoalan di satu jalur.

Di sisi lain, Fawait memastikan kondisi stok BBM di Jember saat ini aman. Bahkan, menurutnya, pasokan untuk Jember telah mendapat tambahan.

“Stok BBM-nya aman. Nasional maupun kabupaten aman, bahkan yang di Jember itu ditambah,” tegasnya.

Fawait juga mengatakan, Pemkab Jember akan kembali melakukan evaluasi apabila antrean BBM masih terjadi. Jika kondisi tersebut berlanjut, Pemkab Jember akan kembali mengundang Pertamina untuk mencari solusi bersama.

“Kalau memang masih ada antrean, nanti malam kita akan undang kembali Pertamina ke Pemkab untuk mencari solusi bersama,” pungkasnya. (fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *