Daerah  

Pemkab Jember Siapkan Revitalisasi Tiga Lantai, Tata Kelola Pasar Tanjung Segera Diperbaiki

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, saat menemui massa yang menyampaikan aspirasi tentang Pasar Tanjung di depan kantor Pemkab Jember, Selasa (15/9/2026). (Foto: Fathur Rozi)
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, saat menemui massa yang menyampaikan aspirasi tentang Pasar Tanjung di depan kantor Pemkab Jember, Selasa (15/9/2026). (Foto: Fathur Rozi)

JEMBER-Persoalan tata kelola Pasar Tanjung kembali menjadi sorotan. Dalam aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Selasa (15/9/2026), mahasiswa bersama sejumlah pedagang menyoroti keberadaan pedagang yang berjualan di luar bangunan pasar, khususnya di sekitar Jalan Samanhudi.

Keberadaan pedagang di luar pasar dinilai menunjukkan belum optimalnya pengelolaan Pasar Tanjung. Kondisi tersebut juga memunculkan persoalan dualisme antara pedagang yang berjualan di dalam pasar dan pedagang di sekitar jalan.

Sejumlah pedagang di dalam Pasar Tanjung mengeluhkan keberadaan pedagang di luar karena dinilai berdampak terhadap omzet mereka.

Koordinator lapangan aksi, Muhammad Faizin, menyebut saat ini hanya sekitar 30 persen pedagang yang masih aktif menempati bangunan Pasar Tanjung.

“Permasalahan tata kelola Pasar Tanjung harus segera diperbaiki. Karena hanya tersisa 30 persen pedagang yang aktif di bangunan Pasar Tanjung,” ujarnya saat aksi di depan Kantor Pemkab Jember, Jawa Timur.

Menanggapi persoalan tersebut, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, mengatakan persoalan Pasar Tanjung bukan masalah baru. Menurut dia, persoalan tersebut telah berulang sejak masa kepemimpinan bupati-bupati sebelumnya.

“Nah, di era Bupati Muhammad Fawait hari inilah, kemudian kita bisa melangkah lebih progresif untuk menyelesaikan problem tersebut,” jelasnya.

Ratno mengatakan, Pemkab Jember kini menyiapkan revitalisasi Pasar Tanjung secara menyeluruh. Pada tahun ini, pemerintah akan menyusun detail engineering design (DED), sedangkan pembangunan ditargetkan dimulai pada tahun depan menggunakan anggaran dari APBN.

“Ini adalah upaya extraordinary. Bagaimana Gus Bupati (Bupati Jember, Red.) sangat konsen dan perhatian terhadap nasib para pedagang di Pasar Tanjung,” sebutnya.

Dalam rencana revitalisasi tersebut, Pasar Tanjung akan dibangun menjadi tiga lantai. Lantai pertama diperuntukkan bagi pasar basah, sedangkan lantai kedua dan ketiga untuk pasar kering.

Revitalisasi itu diharapkan dapat mengakomodasi seluruh pedagang, baik yang saat ini berjualan di dalam pasar maupun di sekitar Jalan Samanhudi.

“Jadi ini akan didesain jauh lebih modern. Dan kalau ini nanti jadi dibangun, maka insyaallah akan menampung seluruh pedagang yang hari ini masih berada di sekitaran Pasar Tanjung,” jelasnya.

Sembari menunggu pembangunan, Pemkab Jember juga menyiapkan 69 petak di dalam pasar untuk pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Jalan Samanhudi. Petak tersebut akan diberikan secara gratis.

“Maka sebenarnya, dari seluruh permasalahan yang ada di Pasar Tanjung, sebagian bisa diselesaikan secara bertahap,” jelasnya.

Di sisi lain, Ratno menilai penyelesaian persoalan dualisme antara pedagang di dalam dan di luar Pasar Tanjung harus dilakukan melalui penataan serta dialog dengan seluruh pihak.

“Solusi yang paling ideal adalah melalui dialog, melalui komunikasi. Dan itu sudah dilakukan oleh teman-teman Diskopumdag dengan mengundang stakeholder dan pihak yang berkepentingan. Kalau kemudian dialognya belum selesai, bukan berarti prosesnya berhenti,” pungkasnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pedagang di dalam maupun di luar Pasar Tanjung sama-sama merupakan pedagang kecil. Karena itu, menurut dia, penyelesaiannya tidak bisa dilakukan dengan cara menggusur salah satu pihak.

“Kita tidak bisa memilih antara pedagang yang di dalam maupun di luar. Mereka sama-sama wong cilik (orang kecil, Red.),” ujarnya saat memberikan tanggapan dalam agenda persetujuan Raperda P-APBD 2026 di Kantor DPRD Jember.

Menurut Fawait, kedua kelompok pedagang tersebut sama-sama mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya makan dan pendidikan anak.

“Pedagang yang di dalam harus kita bikin kerjanya tidak terganggu dengan adanya pedagang yang di luar. Tapi pedagang yang di luar juga harus kita carikan solusi,” jelasnya.

Ia menegaskan Pemkab Jember berkomitmen membangun kembali Pasar Tanjung. Penataan tersebut, kata dia, akan diarahkan pada penyediaan tempat yang lebih baik bagi para pedagang.

“Sama seperti rencana PKL di Alun-alun Jember, yakni bisa kita relokasi ke tempat yang lebih baik,” pungkasnya. (fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *