Daerah  

Indragiri Hilir Darurat Karhutla, 72 Hotspot Terdeteksi, Api Mengancam Permukiman

Tinjau Karhutla Parit 18, Plh Bupati Inhil Sebut 72 Hotspot Terdeteksi di Delapan Kecamatan
Tinjau Karhutla Parit 18, Plh Bupati Inhil Sebut 72 Hotspot Terdeteksi di Delapan Kecamatan Tinjau Karhutla Parit 18, Plh Bupati Inhil Sebut 72 Hotspot Terdeteksi di Delapan Kecamatan

TEMBILAHAN-Kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (28/8/2026) sore.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari lima hektare. Bahkan, titik api sempat mendekati area permukiman warga sehingga meningkatkan kekhawatiran masyarakat sekitar.

Kondisi di lokasi cukup mengkhawatirkan. Kepulan asap dengan semburat kemerahan terlihat membumbung tinggi dari kawasan yang terbakar. Tim gabungan pun masih berjibaku melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

Kebakaran mulai terdeteksi pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga Jumat sore, proses penanganan masih terus dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta masyarakat.

Plh. Bupati Inhil Yuliantini turut turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Ia hadir bersama Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan, jajaran TNI-Polri, BPBD, Damkar, serta masyarakat yang terlibat dalam upaya pemadaman.

Dalam peninjauan tersebut, Yuliantini mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan hingga Jumat, terdapat 72 titik panas (hotspot) yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Inhil.

“Segala upaya telah kita lakukan untuk melakukan pemadaman. Saat ini kita sedang membuat embung untuk membuat aliran air yang bisa digunakan dalam proses pemadaman,” ujar Yuliantini di lokasi.

Menurutnya, personel gabungan telah disebar ke sejumlah wilayah yang terdeteksi mengalami kebakaran. Keterlibatan lintas unsur dinilai penting mengingat Kabupaten Inhil memiliki wilayah luas dengan karakteristik lahan yang didominasi gambut.

“Hari ini tim telah disebar di berbagai lokasi untuk melakukan pemadaman. Ada BPBD, Polri, TNI, Damkar dan masyarakat. Terima kasih atas kerja samanya,” katanya.

Buat Dua Embung untuk Bantu Pemadaman

Khusus di kawasan Sungai Beringin, Pemkab Inhil bersama tim penanganan membuat dua embung yang difungsikan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

Yuliantini menyebut kondisi angin di lokasi sempat cukup kencang sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api. Namun, saat peninjauan dilakukan, kondisi angin mulai kembali normal.

“Kita di sini membuat dua embung. Semoga bisa memenuhi kebutuhan air untuk memadamkan api,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Inhil berharap dukungan dari BPBD Provinsi Riau hingga pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama dalam penyediaan peralatan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Yuliantini menjelaskan, karakteristik tanah gambut di Inhil membuat proses pemadaman membutuhkan peralatan serta strategi khusus. Akses menuju sejumlah titik api yang relatif sempit juga menjadi kendala dalam mobilisasi peralatan berukuran besar.

“Struktur tanah Inhil ini gambut dan peralatan yang digunakan saat ini sangat sederhana. Lokasi jalan yang kecil menuju titik api, jadi kita perlu mesin-mesin yang mudah dibawa,” jelasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat memperkuat upaya penanganan kebakaran, terlebih kondisi kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.

Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Selain penanganan di lapangan, Yuliantini mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Saya harap masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan. Akibat kebakaran ini, udara kita menjadi tidak sehat lagi dan dapat memicu timbulnya penyakit,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi kemarau dan ancaman kebakaran lahan, Pemkab Inhil juga berencana melaksanakan Salat Istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan dalam waktu dekat.

Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah munculnya titik api baru, serta mendukung upaya pemadaman yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Indragiri Hilir. (YR)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *