Daerah  

Bikin Bangga! Penyuluh Pertanian Jember Masuk Nominasi Nasional Ajang Svarna Bhumi Award 2026

Joko Pramono (kiri) saat dihadirkan dalam kegiatan paparan inovasi pertanian yang dijalankannya di Gedung Jember Nusantara, Jumat (14/8/2026). (Foto: Mahrus)
Joko Pramono (kiri) saat dihadirkan dalam kegiatan paparan inovasi pertanian yang dijalankannya di Gedung Jember Nusantara, Jumat (14/8/2026). (Foto: Mahrus)

JEMBER– Bikin bangga! Inovasi seorang penyuluh pertanian di Kabupaten Jember menembus panggung penghargaan nasional. Joko Pramono, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember, masuk nominasi Svarna Bhumi Award 2026.

Joko bersaing pada kategori Satya Pangan Loka, yang memberikan ruang bagi sosok inspiratif di sektor pangan dan pertanian untuk dipilih sebagai Pahlawan Pangan Pilihan Publik.

Yang menjadi sorotan bukan hanya pengabdiannya selama sekitar 18 tahun sebagai penyuluh, tetapi juga inovasi layanan informasi pupuk bersubsidi yang dikembangkannya melalui aplikasi berbasis WhatsApp.

Melalui layanan tersebut, petani cukup mengirimkan nomor registrasi untuk mengetahui sejumlah informasi, mulai dari kuota pupuk, jenis pupuk, lokasi pengambilan, hingga riwayat transaksi.

Inovasi itu disebut telah dimanfaatkan petani di seluruh Kabupaten Jember dengan cakupan sekitar 190 ribu petani. Sementara secara langsung, Joko membina delapan kelompok tani dengan sekitar 900 petani di Desa Rambipuji.

“Ini tentu sangat membanggakan untuk Jember. Mas Joko selama ini sangat aktif mendampingi petani di lapangan. Mudah-mudahan nominasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan membawa nama Jember semakin dikenal di kancah nasional,” kata Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik Diskominfo Jember, Rachmat Agung Purnama.

Joko sendiri dihadirkan dalam kegiatan paparan di Gedung Jember Nusantara, Jumat (14/8/2026), untuk memaparkan berbagai inovasi dan program pendampingan yang selama ini dijalankannya.

Selama menjadi penyuluh, pria 58 tahun lulusan D3 itu tidak hanya memberikan edukasi kepada petani. Ia juga mendampingi penerapan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengendalian hama terpadu, hingga pembuatan pupuk organik.

Ia juga membantu petani mengakses program pemerintah, termasuk penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk memperoleh pupuk bersubsidi.

Pendampingan tersebut turut mendorong perubahan pola budidaya petani. Penerapan pemupukan yang lebih tepat, pengaturan jarak tanam, serta mekanisasi disebut mampu meningkatkan produktivitas padi dari sekitar 4 ton menjadi 6 ton per hektare.

“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana petani bisa lebih mudah mendapatkan informasi dan mampu mengelola usaha taninya dengan lebih baik. Teknologi harus bisa membantu petani, bukan justru membuat mereka kesulitan,” kata Joko Pramono.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, masuknya Joko dalam nominasi penghargaan nasional menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi pertanian daerah ke publik yang lebih luas.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan pemerintah daerah terus mendorong penguatan potensi lokal, terutama sektor pangan. Prestasi Joko diharapkan tidak berhenti sebagai capaian personal, tetapi turut mengangkat inovasi pertanian yang berkembang di Jember.

Svarna Bhumi Award 2026 diinisiasi Pupuk Indonesia bersama BenihBaik.com dan Kick Andy Metro TV untuk memilih sosok yang dinilai berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Joko menjadi salah satu kandidat pada kategori Satya Pangan Loka atau Pemenang Favorit Pilihan Audiens Digital.

Dukungan terhadap Joko kini juga diarahkan kepada masyarakat Jember. Pemilih dapat mengakses platform resmi penyelenggara, mencari nama Joko Pramono sebagai Penyuluh Pertanian, kemudian mengikuti petunjuk untuk memberikan suara. (rus)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version