KUANSING–Ada-ada saja hal yang ditemukan warga berkaitan dengan Suhardiman Amby. Setelah dia tak lagi di Kuansing, masyarakat malah membicarakan pidato yang bersangkutan. Warga menilai ada yang tak pantas. Warga tak menghujat, cuma menyayangkan.
Seorang warga Kuantan Singingi menyampaikan kritik terhadap pernyataan yang disampaikan Bupati Suhardiman Amby yang kini berstatus non aktif setelah ditahan KPK.
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Riau dan Kuansing tercatat sebagai tuan rumah. Namun, perlu diingat, video kutipan pernyataan itu belum terverifikasi kebenaran atau keasliannya. Bisa jadi telah mengalami edit dari pihak-pihak tertentu.
Warga tersebut, sebut saja namanya Ides, Senin (13/7/2026) menyayangkan ucapan tersebut karena disampaikan di hadapan para tamu undangan, termasuk gubernur, bupati dan pejabat provinsi lainnya. Kalaulah kutipan video itu benar, maka pernyataan itu kurang pas dan kurang elok. Mungkin maksudnya bercanda, tapi kurang pantas disampaikan di forum resmi itu. Mengingat, Kuansing merupakan negeri beradat
Menurut warga itu, dalam sambutannya Suhardiman Amby sempat menyampaikan kalimat yang menyinggung soal ribuan janda di Kuansing dengan menyebut mereka akan mengenakan pakaian berwarna merah muda (pink).
“Entah itu dimaksudkan sebagai candaan atau tidak, menurut saya kurang pantas disampaikan dalam acara resmi yang dihadiri banyak pejabat dan tamu undangan,” ujar narasumber.
Ia menilai seorang kepala daerah seharusnya menjaga tutur kata dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
“Semua orang lahir dari rahim seorang perempuan. Jangan sampai ada ucapan yang terkesan merendahkan kaum perempuan,” katanya.
Warga berharap pemimpin daerah lebih memanfaatkan kesempatan berbicara di forum resmi untuk menyampaikan program pembangunan maupun visi daerah dibandingkan melontarkan candaan yang berpotensi menimbulkan polemik.
Menurutnya, masih banyak persoalan di Kuansing yang perlu menjadi perhatian pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta upaya menjemput program pembangunan dari pemerintah pusat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan atau tanggapan resmi Suhardiman Amby atau pun pemkab terkait kritik tersebut. Bisa jadi pidato itu tidak benar dan ulah orang tertentu yang mengedit. Masyarakat jangan mudah percaya dengan berbagai informasi yang berkembang di dunia digital. Hati-hati sebelum mengambil kesimpulan, sebab bisa jadi informasi itu keliru. (ridho)












