Daerah  

Harga Sawit dan Karet Naik, Antusiasme Masyarakat Menonton Pacu Jalur Diprediksi Meningkat

Pacu jalur di Kuansing
Pacu jalur di Kuansing

KUANSING – Meningkatnya harga komoditas sawit dan karet, serta lancarnya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau dompeng, diperkirakan akan berdampak pada tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Perhelatan Pacu Jalur di Tepian Lubuok Sobae, Baserah, maupun event puncak di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, yang akan digelar pada Agustus mendatang, diprediksi dipadati penonton dari berbagai daerah.

Salah seorang warga Kuansing, Gugun (40), mengaku telah menyiapkan anggaran khusus untuk menikmati rangkaian perlombaan tradisional tersebut bersama keluarganya.

“Kalau pergi menonton Pacu Jalur bersama istri dan anak-anak, biaya yang dibutuhkan tidak cukup Rp500 ribu per hari. Minimal sekitar Rp1 juta sehari. Apalagi jika acaranya berlangsung selama lima hari,” ujarnya.

Menurut Gugun, perhelatan Pacu Jalur selalu menghadirkan beragam aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang dari dalam maupun luar daerah. Berbagai jenis kuliner hingga wahana permainan anak-anak turut meramaikan kawasan gelanggang pacu.

“Tradisi Pacu Jalur sudah mendarah daging bagi masyarakat Kuansing dan tidak akan pernah hilang ditelan zaman,” katanya.

Ia mengaku sengaja menabung untuk menyaksikan Pacu Jalur di dua gelanggang utama, yakni Tepian Lubuok Sobae, Baserah, dan Tepian Narosa, Teluk Kuantan.

“Kalau di Tepian Narosa, biasanya kami berangkat pagi dan pulang sore. Malam harinya kembali lagi karena ada hiburan dan suasana ramai di Lapangan Limuno,” tuturnya.

Meski bukan berasal dari keluarga dengan penghasilan tetap, Gugun mengatakan dirinya rela menghabiskan tabungan demi menyaksikan tradisi tahunan tersebut.

“Biar habis uang tabungan khusus untuk Pacu Jalur. Kalau tidak menonton, rasanya sedih melihat orang berbondong-bondong datang ke lokasi menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat,” ucapnya.

Ia berharap harga sawit dan karet tetap stabil serta aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar agar daya beli masyarakat terus meningkat.

“Harapan kami, harga sawit dan karet tetap baik, aktivitas dompeng juga lancar. Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat bisa bergerak dan perputaran uang di pasar turut dirasakan para pedagang,” pungkasnya. (Ridho)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version