JEMBER – Ribuan warga mengepung Kantor DPRD Kabupaten Jember dalam aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap dilanjutkan, Sabtu (20/10/2026).
Menariknya, dalam aksi tersebut massa membawa poster bertuliskan, “Berani Menghentikan MBG, Dijemput Jam 3 Pagi” disertai tagar “Jenderal Wito” yang ditempel di depan sound system milik massa aksi.
Di sampingnya, terdapat pula poster bertuliskan, “Jika Pena Membutuhkan Tinta untuk Menulis Cerita, Maka Perut Membutuhkan MBG untuk Menggapai Cita-cita”.
Massa menyebut aksi tersebut merupakan aksi damai untuk mendukung program MBG dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 10 ribu orang.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Agus Nur Yasin, berpendapat bahwa program yang dihadirkan Presiden Prabowo, seperti MBG dan KDMP, telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bukan hanya masyarakat perkotaan, tetapi sampai pedesaan, bahkan masyarakat di pinggir kebun. Semua mendapat manfaatnya,” ujarnya saat aksi berlangsung.
Ia berharap program besutan Presiden Prabowo itu terus dilanjutkan. Meski demikian, ia menyadari bahwa program MBG masih memiliki berbagai kekurangan. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan alasan untuk menghentikan program.
“Oke, memang masih banyak kekurangan dan kesalahan, tetapi tidak lantas harus ditutup. Yang perlu dilakukan adalah evaluasi dan perbaikan sistem, mulai dari BGN di pusat hingga tingkat SPPG,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, di Jember sendiri terdapat 219 dapur MBG yang telah beroperasi dari total kebutuhan sebanyak 255 dapur.
“Bayangkan, dari 219 dapur itu sudah berapa banyak karyawan atau relawan yang terserap. Belum lagi perputaran ekonomi akibat keberadaan dapur SPPG di Kabupaten Jember,” pungkasnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga membawa delapan pernyataan sikap.
Pertama, mendukung dan mengawal program strategis Pemerintah Republik Indonesia, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP, dan Sekolah Rakyat.
Kedua, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketiga, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) memperbaiki sistem dan tata kelola yang bersih serta transparan, sekaligus melakukan evaluasi internal secara menyeluruh hingga tingkat SPPG.
Keempat, mengecam keras pihak-pihak yang dianggap melakukan adu domba, ujaran kebencian, serta tindakan yang dinilai membuat negara tidak kondusif.
Kelima, mendukung Presiden Prabowo untuk terus melanjutkan program MBG dan program strategis lainnya guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
Keenam, membersamai Presiden Prabowo di garda terdepan dalam komitmen memutus rantai kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ketujuh, mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang dianggap melakukan adu domba, ujaran kebencian, serta tindakan yang membuat negara tidak kondusif.
Kedelapan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak sendirian karena ada jutaan murid, pekerja, pengusaha, dan petani yang siap membantu pemerintah mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. (rus)












