JEMBER-Ribuan santri memadati jalan-jalan utama Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Mereka mengikuti Kirab Santri yang digelar NU Ranting Tanggul untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Sedikitnya 5.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sepanjang rute sekitar tiga kilometer yang mengelilingi pusat kecamatan, iring-iringan santri, pelajar madrasah diniyah, kelompok seni, hingga warga umum menjadi perhatian masyarakat yang memadati tepi jalan.
Kirab tahunan itu tak hanya menjadi perayaan menyambut tahun baru Islam. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi warga Nahdliyin dari berbagai kalangan.
Ketua Panitia, Suryanto, menjelaskan peserta kirab berasal dari 13 lembaga Madrasah Diniyah di Kecamatan Tanggul. Selain itu, badan otonom NU, taman kanak-kanak, serta taman pendidikan Alquran juga turut ambil bagian.
Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan warga Nahdliyin di Kecamatan Tanggul.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Ini menjadi ajang silaturahmi yang mampu menyatukan warga Nahdliyin,” katanya.
Suryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan badan otonom NU yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi kirab santri tetap dipertahankan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
“Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender. Ini momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Semoga nilai-nilai itu terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Camat Tanggul Fariqul Mashudi, mengatakan kebersamaan menjadi tujuan utama penyelenggaraan kirab. Menurut dia, momentum tahun baru Islam harus dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Melalui kirab ini, kami ingin mempererat kebersamaan antara pengurus NU, guru madrasah diniyah, pelaku seni, dan masyarakat. Semoga ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah semakin kuat,” ujarnya.
Fariqul mengajak warga terus menjaga rasa memiliki terhadap organisasi dan tradisi yang telah tumbuh di tengah masyarakat. (rus)












