BUNGO–Bupati Bungo, Dedy Putra mulai ramai diperbincangkan untuk masuk dalam bursa bakal calon Gubernur Jambi dalam pilkada mendatang. Begini kiprah Dedy Putra di Kabupaten Bungo.
Banyak sudah yang dilakukan Dedy Putra dalam membangun Kabupaten Bungo dua tahun belakangan. Soal ada jalan yang rusak, itu betul. Soal ada program yang masih belum dirasakan warga, itu juga betul.
Tapi banyak sudah yang diperbuat Dedy Putra selaku kepala daerah. Dedy merupakan bupati yang lumayan jago dalam urusan lobi ke pusat. Buktinya, bandara di Bungo kini didarati olehy maskapai besar untuk penerbangan langsung ke Jakarta maupun sebaliknya.
Kiprah Bupati Dedy Putra bersama Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat mulai terlihat melalui sejumlah program pembangunan dan pelayanan masyarakat sejak memimpin Kabupaten Bungo.
Sejak dilantik untuk periode 2025–2030, pasangan kepala daerah ini menempatkan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat serta pemerataan pembangunan sebagai bagian penting dari agenda pemerintahan.
Salah satu perhatian utama Dedy Putra adalah pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Bungo terus mendorong peningkatan kualitas jalan, jembatan dan infrastruktur dasar lainnya, termasuk membuka komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan di daerah.
Upaya tersebut salah satunya terlihat saat Bungo menerima kunjungan Menteri Pekerjaan Umum. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat.
Tak hanya infrastruktur jalan, sektor pertanian juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Bungo mendorong pembangunan jaringan irigasi Batang Uleh sepanjang sekitar 32 kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Di sisi lain, pemerataan pelayanan dasar juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya melalui perluasan akses listrik ke sejumlah kawasan transmigrasi yang sebelumnya belum mendapatkan pelayanan listrik secara optimal.
Masuknya jaringan listrik ke kawasan SP 1 Trans Marigeh, SP 2 Trans Sungai Telang dan SP 10 Muaro Buat menjadi salah satu langkah pemerataan pembangunan. Kehadiran listrik diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus menunjang kehidupan sosial masyarakat.
Di bidang pendidikan, pemerintahan Dedy Putra-Tri Wahyu Hidayat juga membawa sejumlah program unggulan. Salah satunya adalah Kartu Bungo Pintar yang diarahkan untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap sektor pendidikan dan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
Sementara di bidang pemerintahan, penataan birokrasi turut dilakukan untuk mendukung efektivitas pelayanan publik. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo dilantik dan ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi serta agenda pemerintahan daerah.
Pembangunan kawasan perkotaan juga masuk dalam perhatian pemerintah. Penataan dan revitalisasi sejumlah kawasan di Kota Muara Bungo terus didorong agar wajah kota semakin tertata sekaligus mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Tak hanya pembangunan fisik, Dedy Putra juga berupaya memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten tetangga. Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Bungo dan Pemkab Batanghari yang mencakup sejumlah bidang kerja sama antardaerah.
Di tengah berbagai agenda pembangunan tersebut, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian terhadap sektor sosial, kebudayaan dan keagamaan. Sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Bungo, mendapat dukungan pemerintah sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Memasuki tahun kedua pemerintahan, tantangan Dedy Putra dan Tri Wahyu Hidayat tentu semakin besar. Program yang telah direncanakan harus terus dikawal agar tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pembangunan infrastruktur, pemerataan pelayanan dasar, penguatan pendidikan, pertanian serta kerja sama antardaerah yang terus didorong, arah kepemimpinan Dedy Putra di Bungo ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan dirasakan langsung masyarakat.
Bagi masyarakat Bungo, berbagai program tersebut menjadi bagian dari harapan agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di wilayah kecamatan, dusun, kawasan transmigrasi dan daerah pelosok Kabupaten Bungo.
Diberitakan sebelumnya, pilkada masih lama. Dalam politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Namun, bisik-bisik di akar rumput, Dedy Putra dianggap cocok untuk jadi gubernur.
Dedy Putra dinilai banyak membuat gebrakan di Bungo. “Pak Dedy layak jadi gubernur,” kata seorang warga Jambi, Ferry, Sabtu (22/8/2026).
Dia menambahkan, Dedy Putra kini mulai diperbincangkan di kabupaten dan kota lain dalam provinsi Jambi.
“Semua tergantung Pak Dedy dan partai politik. Kami punya aspirasi agar Pak Dedy maju pilgub,” ujar Ferry.
Dia menambahkan, sekarang banyak program pusat yang dibawa Bupati Dedy Putra ke Bungo. “Kita akan dukung kalau Pak Dedy maju,” katanya.
Sejauh ini, nama yang masuk radar untuk pilgub antara lain, Dedy Putra, Maulana, Zumi Zola, Hasan Basri Agus dan sejumlah nama lainnya. (*)














Respon (4)