JEMBER-Dalam waktu sekitar setahun, Bareng Rakyat telah menuntaskan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pekerjaan berikutnya langsung dipatok, membangun struktur hingga tingkat desa.
Yang menarik, mesin penggerak organisasi berlogo semut merah, yang dimaknai sebagai simbol kerja kolektif, disiplin, dan gotong royong tersebut, bukan orang-orang senior. Mayoritas pengurusnya justru anak-anak muda. Sebagian besar bahkan belum genap 30 tahun.
Mereka berkumpul dalam forum “Kongkow Bareng Rakyat” di salah satu rumah makan di Kecamatan Sumbersari, Senin (20/7/2026) malam. Agenda utamanya konsolidasi, kaderisasi dan menyiapkan ekspansi organisasi ke desa-desa.
Koordinator Daerah Bareng Rakyat Jember, Dwi Nouval Zakaria mengatakan, seluruh kecamatan kini telah memiliki kepengurusan. Tantangan berikutnya adalah menjaga koordinasi dan mempercepat pembentukan pengurus desa.
“Selama satu tahun terakhir Bareng Rakyat telah hadir di 31 kecamatan. Selanjutnya kami memperkuat konsolidasi agar pembentukan kepengurusan desa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Dwi menyebut banyak pengurus organisasi yang mengusung slogan “Terorganisir, Bergerak, Menang Bersama Rakyat” ini, berasal dari kalangan generasi Z terdidik. Mereka ingin anak muda Jember tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam agenda pembangunan daerah. Lebih dari sekadar itu. Mengawasi, bahkan turut terlibat.
“Kami ingin generasi muda lebih melek politik, memahami proses pembangunan daerah, dan ikut mengawal kebijakan publik agar benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Untuk mempercepat konsolidasi, Bareng Rakyat membagi wilayah kerja ke dalam tujuh koordinator wilayah yang mengikuti pembagian daerah pemilihan legislatif Kabupaten Jember. Skema itu dipakai untuk memudahkan komunikasi antarpengurus sekaligus memperkuat pendidikan politik di tiap wilayah.
Salah satu wilayah yang mulai bergerak ialah Korwil III yang membawahi Kecamatan Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Sukowono, dan Sumberjambe.
Koordinator Wilayah III Mohammad Habibi mengatakan, fokus saat ini adalah melengkapi struktur organisasi di tingkat desa.
“Kami sedang melengkapi kepengurusan desa di lima kecamatan agar struktur organisasi benar-benar terbentuk sampai tingkat paling bawah,” katanya.
Selain menjadi ajang konsolidasi, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyusun agenda organisasi sekaligus memperkuat pendidikan politik bagi para pengurus dari berbagai kecamatan.
Rampungnya kepengurusan di seluruh kecamatan menjadi modal awal Bareng Rakyat sebelum melanjutkan ekspansi organisasi di tingkat desa.
Setelah proses konsolidasi di Jember selesai, organisasi itu juga berencana memperluas pembentukan kepengurusan di daerah lain sebagai bagian dari pengembangan jaringan nasional. (rus)













